Insane
Author : Cloudy Kim
Rating : T/G
Genre : Ficlet, Vulnarable, Memories.
Desclaimer : Alur fanfic ini pure hasil penulis, cast memang sengaja ditiadakan (Tanpa Nama).
***
Aku sedang menikmati hembusan angin yang terasa
menyejukkan.
Meperhatikan keadaan sekitar yang terlihat sedikit
asing.
Tanpa sadar mataku tertuju pada seorang pria
berkacamata yang tengah duduk di bawah pohon.
Ia terlihat sangat menawan ketika sinar matahari senja
menyinarinnya melalui celah-celah dedaunan yang lebat.
Entah apa yang dilakukannya disana
Pria itu membuatku tidak ingin berhenti menatapnya
“siapa
sebenarnya kau?”
“apakah
aku pernah mengenalmu sebelumnya?”
Sesuatu yang terasa ganjal bagiku mulai menyeruak
Keinginan untuk menghampirinya tiba-tiba muncul
“apakah aku harus menghampirinya?” tanyaku ragu pada
hatiku
Pikiran dan hatiku saat ini sedang tidak sependapat
Disatu sisi pikiranku memaksaku untuk menghampirinya
dan disisi lain hatiku mencegahku untuk melakukan hal itu
Karena rasa penasaran yang begitu dalam pada diriku
Aku memutuskan untuk menghampirinya
Kedua kakiku sangat bersemangat berlari kearahnya
“perasaan
apa ini?”
tanpa ragu aku mempercepat langkahku
aku ingin segera memastikannya
ketika jarakku dengannya sudah hampir dekat,
langkahku terhenti begitu saja
kepalaku mendadak terasa sangat pusing,
jantungku berdegub tanpa terkendali
tak kuat menopang tubuhku, kedua kakiku terasa sangat
lemas
hingga aku terjatuh tanpa daya
sebuah ingatan terbesit di otakku
aku memijat pelan kedua pelipisku, mengerjapkan pelan
kedua mataku.
“apa
yang terjadi denganku?”
Dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk berdiri
Berjalan terhuyung-huyung ke arah pria tersebut
“dimana
pria itu?”
Tanyaku bingung sembari mengedarkan pandangan ke semua
penjuru arah,
Aku bersandar di bawah pohon yang tadi diduduki oleh
pria itu.
Karena merasa lelah kedua mataku tiba-tiba terpejam.
Tiba-tiba pria berkacamata itu hadir di benakku,
Ia berjalan pelan sembari tersenyum hangat ke arahku
Aku tidak dapat membedakan ini mimpi atau kenyataan,
Tetapi aku benar-benar merasa seperti sedang
merasakannya secara langsung.
Pria itu mengelus pelan rambutku dan mengatakan banyak
hal
“kenapa kau seperti ini ‘ugh?”
Dengan tatapan sayup ia terus mengelus rambutku
“aku pergi pergi bukan untuk membuatmu menjadi seperti
ini”
“aku pergi karena aku memang harus pergi”
Memdengar beberapa patah kata darinya membuatku ingin
menangis,
Aku berusaha semampuku untuk tidak membiarkan setetes
air mataku mengalir.
Ingin sekali aku bertanya kepadanya, tapi aku tidak
mampu untuk bicara.
“kau harus tetap menjalani hidup dengan semestinya”
“mengingat orang yang telah pergi bukanlah hal yang
baik”
“kemanapun kau mencariku, kau tidak akan pernah
menemukanku”
“karena . . . kita berdua telah hidup di alam yang
berbeda”
“kumohon jangan jadikan kematianku sebagai akhir dari
hidupmu”
Kata-katanya terdengar begitu jelas ditelingaku.
Saat kedua tanganku ingin menyentuhnya, bayangan itu
telah menghilang.
Aku membuka kedua mataku, lalu menatap ke atas langit.
“apa hanya itu yang ingin kau ucapkan?”
“bukankan itu terlihat sangat keterlaluan?”
“kau meninggalkanku dengan kenangan yang menyakitkan”
“lalu kau muncul dan memintaku untuk melupakanmu?”
“HAHA, aku pasti terlihat sangat bodoh sekarang”
Karena telah merasa sedikit membaik, aku pun berdiri
dan memutuskan untuk kembali ke rumah.
Tanpa terasa beberapa bulir airmataku tiba-tiba jatuh.
Aku hanya mampu berjalan dengan kepala yang tertunduk.
“jika saja aku dapat menentukan kehidupan seperti apa
yang aku inginkan, kau pasti masih bersamaku sekarang” gumamku pelan dengan
airmata yang mengucur deras begitu saja.





0 komentar:
Posting Komentar